Rabu, 04 Maret 2015

i-rocks KR-6251 Part III

I-Rocks KR-6251 Mechanical Keyboard Review
Awesome Performance Keyboard


Performance and Typing Experience 
  
It's a red Cherry MX™ switch, I'm sure many of you have ever tried this red switch and also read about it. Seiring berkembangnya dunia mechanical keyboard di Indonesia, mechanical keyboard bukan menjadi barang asing lagi di Indonesia, terutama di kalangan gamer ataupun di kalangan typist. Banyak sudah mechanical keyboard bertebaran di Indonesia, tapi sebagian besar menggunakan switch dari cherry, yang lainnya menggunakan switch alps ataupun topre. Untuk switch-switch yang lain masih tergolong langka di Indonesia dan harus dicari dari pasar keyboard diluar negara. Feel mengetik di keyboard ini hampir sama dengan mengetik di keyboard lainnya yang menggunakan red switch, linear, non tactile dan non clicky. Cuma berhubung forcenya untuk red switch ini lumayan ringan yaitu cuma sekitar 45gr, jadi sering kali kebablasan memencet tombolnya sampai mentok ke dasar. Suara yang dihasilkan dari mengetik di keyboard in dapat dilihat di video dibawah ini (kalau sudah selesai diupload akan ditaruh dibawah paragraf ini).


Di spesifikasi keyboard ada disebukan kalau keyboard ini memiliki anti ghosting mencapai 6 tombol ditekan bersamaan (6KRo). Well, the fact is, it's more than that. I don't know what is happening and how is it happening, anti ghosting di keyboard ini dapat tembus lebih dari 6 tombol di tekan bersamaan. Dari berbagai percobaan (sampai menggunakan kotak tambahan untuk menekan semua tombol di keyboard ini), total tombol yang dapat di tekan bersamaan mencapai 36 tombol. Surely much more than human's hand fingers. Mau tambah pake jari kaki ketik pun bisa kalau mau. Awesome anti ghosting though, walaupun tidak sampai NKRo over USB tapi sudah lumayan hebat bisa sampai segitu banyak tombol yang dapt ditekan bersamaan. Bagi yang sering main O2 jam pasti seneng abis dengan keyboard ini dengan kemampuan anti ghostingnya yang di atas normal.

AWESOME anti ghosting

Overall, performa keyboard ini lumayan bagus. Penggunaan jangka panjang di keyboard ini tidak menimbukan adanya nyeri di tangan (walaupun itu semua subjektif mengingat tangan masing-masing pengguna beda, tapi kalau untuk yang terbiasa menggunakan keyboard tanpa wrist rest, ketinggian keyboardnya tidak terlalu tinggi sehingga gampang membiasakan diri dengan keyboard ini). Di sisi lain, anti ghosting dari keyboard ini terhitung luar biasa, bisa mencapai 36 tombol ditekan bersamaan, pretty much awesome walaupun belum mencapai tingkat NKRo over USB. Mungkin kalau menginginkan keyboard yang ada function multimedianya atau mau keyboard yang ada dedicated macro button dan juga onboard memory bakalan kurang sreg ama keyboard ini karena fiturnya masih kurang untuk disana, tapi untuk basic use, keyboard ini lumayan menawan performanya.

Summary 

 
I-rocks KR-6251 is really "something" untuk sebuah keyboard di range harganya. Badan yang lumayan kokoh dan tidak terasa kopong, ditambah lagi adanya USB Hub yang lumayan kuat tenaganya, rubber coating di feet, cable tie, sampai anti ghosting yang lumayan mampuni (mencapai 36 tombol ditekan bersamaan) membuat keyboard ini menjadi salah satu pesaing yang lumayan tangguh di range harganya. Sayangnya di sisi lain, masih ada beberapa kekurangan di keyboard ini, mulai dari LED yang disematkan untuk menjadi backlight untuk num lock, scroll lock, dan caps lock yang agak terang yang lumayan mengganggu mata dan juga printing untuk keycaps yang masih menggunakan pad printing (walaupun sudah terhitung lumayan tahan untuk sebuah pad printing, tapi tetap saja untuk penggunaan jangka panjang diatas 1 atau 2 tahun, mungkin printing keycapsnya dapat mulai memudar seiring waktu). Dan juga satu hal lagi, yaitu layout keyboard ini yang menggunakan Big ass enter yang lumayan mengganggu kalau mau ganti keycaps untuk semua tombol, ikut turut masuk point kekurangn keyboard ini. Di sisi lain, harga keyboard ini yang cuma IDR 990.000 menjadi salah satu pesaing yang lumayan kuat di level harganya. Keyboard lain harus bersaing dengan keyboard ini dengan USB Hub yang lumayan bertenaga dan juga anti ghosting yang lumayan hebat. Jika Anda mau mencari keyboard di price range dibawah 1 juta, keyboard ini dapat menjadi salah satu pilihan Anda.

Pros:
+ Badan kokoh.
+ Rubber coating di feet, cable tie disertakan.
+ USB Hub lumayan bertenaga (2 buah HDD eksternal dapat ditarik bersamaan).
+ Anti ghosting lumayan hebat (36 tombol dapat ditekan bersamaan, lebih banyak daripada jumlah jari manusia di sekujur badan).

Cons:
- Layout US, tapi dengan big ass enter, lumayan mengganggu kalau mau ganti keseluruhan keycaps di 1 keyboard.
- LED backlight untuk num lock, caps lock, dan scroll lock terlalu terang, mata harus membiasakan diri kalau LEDnya hidup.
- Bonus yang kurang (well, liat dulu dah harganya cuma berapa, yha sesuai harga sih).

Pros/Cons:
+/- Red switch, tidak semua orang bisa cocok dengan feel switch ini.
+/- Layout US dengan big ass enter, tinggal masalah waktu aja untuk mencocok tangan dengan layout ini, yang jadi masalah cuma di sisi kalau mau ganti keycaps aja.

Demikian review saya untuk i-rocks KR-6251 ini. Saya berusaha membuat review ini seobjektif mungkin, tapi jikalau ada yang salah dalam kata-kata yang saya tulis di atas, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih dan sampai jumpa lagi di review berikutnya.




Part 1 2 3

i-rocks KR-6251 Part II

 I-Rocks KR-6251 Mechanical Keyboard Review
Awesome Performance Keyboard

Small additional things DO give nice effect. DI feet i-rocks KR-6251 ini ada ditambahkan coating rubber, jadi kalau apakah kita menggunakan feet atau gak, grip keyboard ke meja bisa lebih pasti dan lebih kokoh dibandingkan dengan tanpa rubber coating. It's nice that i-rocks remember these small additional things for a keyboard.


rubber di bagian bawah


rubber di bagian atas keyboard


yes, ada rubber coating di feetnya, serius tuh berguna abis
Keycaps yang digunakan di keyboard ini terbuat dari bahan plastik ABS dan printing untuk hurufnya masih menggunakan pad printing. Penggunaan pad printing mungkin dapat menjadi sedikit masalah, yaitu di penggunaan jangka panjang dapat mulai menghilang tulisannya. Tapi setelah menggunakan keyboard ini dengan intensitas penggunaan yang lumayan ganas di atas 1 bulan, tidak ditemukan adanya printing huruf di keycaps yang memudar sedikitpun. Lumayan tahan untuk sebuah pad printing. Dan di sisi lain, keycaps yang digunakan lumayan tebal dan terasa lebih kokoh daripada keyboard di range harga yang sama.

still using pad printing, tapi printingnya lumayan bagus dan tidak gampang mengelupas

keycaps yang lumayan tebal

surface keycaps
Overall, build dari keyboard ini lumayan bagus. Badan yang kokoh ditambah lagi beberapa fitur tambahan lain seperti USB hub yang lumayan kuat tenaganya, rubber coating di feet keyboard, ditambah dengan keycaps yang lumayan bagus. Pad printing mungkin akan jadi masalah untuk penggunaan jangka panjang, tapi normal sih itungannya untuk pad printing, cuma pengetesan penggunaan dengan intensitas yang lumayan kasar, pad printingnya belum menghilang sedikitpun. Hitungannya lumayan bagus lah printingnya. Negatifnya adalah backlight untuk num lock, caps lock, dan scroll lock agak terang, dan lumayan agak mengganggu untuk penggunaan di ruangan yang gelap. Perlu waktu untuk membiasakan mata dengan LED num lock dan kawan-kawannya yang lumayan terang. Oh yha, one thing to mention is, keyboard ini menggunakan layout US, tapi dengan big ass enter alias ukuran enternya besar dan yang dikorbankan adalah tombol "\" dan backpace dialokasikan untuk enter yang lebih besar itu. It's a small negative points mengingat kalau mau mengganti semua keycaps, harus cari yang ukurannya sesuai dengan ukuran keycaps yang dikorbankan, tapi kalau untuk penggunaan biasa nampaknya tidak menjadi masalah besar alias dapat membiasakan diri dengan kondisi layout seperti ini.


Well, mari kita lanjut ke segment selanjutnya. Tapi sebelum menuju ke bagian performa, ada satu segment yang harus ditunjukkan, the red switch. It's always awesome when you shoot the keyboard with red cherry mx™ switch without the keycaps, silahkan nikmati foto-fotonya.
here you go, we have a naked board (almost naked)
more photost
MOAR photos
YES MOARRRR
SEXIER with the lights on!
Cherry™ stabilizer my friend, easier snap than the Costar™
 Alright, enough with the photos, time to state the true performance about this keyboard.



Part 1 2 3

i-rocks KR-6251 Part I

I-Rocks KR-6251 Mechanical Keyboard Review
Awesome Performance Keyboard




And yep, setelah banyak kerjaan berlalu, saatnya saya kembali lagi menulis review panjang lebar. It's been a while since I've done my last review. Okay let's cut the chit chat. Yang kali ini akan saya review adalah salah satu keyboard mechanical yang baru masuk ke pasaran Indonesia, yaitu i-rocks KR-6251. Yang saya terima kali ini adalah yang menggunakan red Cherry MX™ switch, linear non tactile non clicky. Well, melihat kondisi pasar, makin banyak keyboard mechanical yang bertebaran sana sini. Apa yang menjadi poin special dari keyboard ini? Apakah yang membuat keyboard ini layak dimiliki atau tidak? Ayo baca ayo baca

Specifications and Features 

Berikut fitur dan spesifikasi yang bisa diliat dari web resminya:

Features:
  • Designed with Cherry's MX series switch.
  • Supports 6 keys Anti-ghost key function while typing simultaneously in USB interface.
  • Built-in USB 2.0 Hub which supports Multiple Transaction Translator
  • (MTT) function ( One TT for each downstream port )
  • Num Lock, Caps Lock and Scroll Lock Blue LED indicators.
  • Plug and Play connectivity- no driver required. 

Specifications:

  • Interface : USB
  • Key number: 104 Keys (By language)
  • Key Switch : Cherry's MX series switch
  • Num Lock/Caps Lock/Scroll Lock LED indicators
  • USB 2.0 HUB : 3 Ports ( Optional)
  • Cable Length : 200 cm
  • Dimension : 446 X 140 X 36 mm 
Let's continue to the other segment shall we?

Packaging and Build 


Keyboard ini datang dengan packaging kotak kardus simpel saja. Nothing fancy here, it just a box, and it does very good job at keeping the keyboard in a safe place. Di dalam kotak, terdapat keyboard itu sendiri dilapisi dengan plastik transparan. It's a bit odd anyway, dimana ketika semua pabrikan lain membuat packaging serasa sangat special, i-rocks tidak memberikan bonus apa-apa. Well, it's the keyboard anyway yang kita cari, bukan bonusnya, cuma kalau dibandingkan dengan yang lain seperti ducky atau leopod yang kadang menyelipkan keyboard roof (walaupun cuman dari plastik mika doank, tapi tetep aja ada dikasi keyboard roof gitu, lumayan untuk menutup keyboard jikalau tidak dipakai agar gak berdebu). Anyway just look at the picture, it'll tell you more than my long freaking words.
bagian atas kotak
bagian bawah kotak
upps, sorry, no keyboard roof bonus

Well, anyway, back to the keyboard. Body keyboard ini terbuat dari plastik abs yang lumayan tebal, dan lumayan kokoh di level harganya. Ketika kita pegang keyboard ini, gak ada feel hollow atau serasa di dalamnya serasa ada bagian kosong atau tidak kokoh. Satu badan keyboard ini serasa kokoh semua. Pretty much awesome indeed untuk sebuah keyboard dengan price range under sejuta. Nampaknya pilihan irocks untuk menggunakan bahan ABS yang lumayan tebal membuat keyboard ini lumayan kokoh untuk harganya.
lumayan kokoh untuk ukuran harga dibawah sejuta
perbandingan ukuran dengan RF-103UB

Another thing to mention is, di keyboard ini disematkan USB Hub 3 port, lumayan menambah fitur di keyboard ini. Dan dari hasil pengetesan, ternyata Hubnya lumayan kuat untuk ukuran hub tanpa power tambahan. Pengetesan menggunakan 2 buah HDD eksternal 2,5" bisa ditarik oleh hub ini. Ketika dicolok HDD eksternal ketiga, hubnya sudah tidak mampu menarik lagi. Pretty much nice USB hub indeed yang disematkan di keyboard ini. One small thing to mention, di port usb sebelah atas, dimana lubang usbnya menghadap ke atas, ada disematkan sebuah karet penutup untuk melindungi port dari debu, small stuff DOES give a nice touch actually.
usb hub yang disematkan di keyboard ini, 2 buah terdapat di bagian depan keyboard
dan satu lagi terdapat di bagian atas keyboard
karet penutup USB port, a nice small touch for the feature actually

Ahem, mungkin Anda akan bertanya, lah noh mana lampu untuk num lock dan kawan-kawan? Nah itu, untuk menghemat tempat agar bisa disematkan USB Hub, lampu-lampu untuk num lock, caps lock, dan juga scroll lock semuanya ditempatkan di tombolnya itu sendiri. Alias di atas tombol scroll lock, num lock, dan caps lock ada LED backlight untuk menandakan kalau function itu sedang hidup. Satu hal yang kurang nyaman adalah LEDnya terlalu terang, mungkin in hanya menurut pribadi saya sendiri, tapi alangkah bagusnya jikalau LED yang digunakan bukan LED yang terang alias LED yang agak dimmed, mungkin akan tidak terlalu mengganggu mata (walaupun kalau pencahayaan ruangan lumayan terang, LED ini tidak akan mengganggu, tapi kalau pakai di tempat gelap, keterangan ini lumayan mengganggu). Tapi untuk pemakaian jangka panjang, mungkin mata agak bisa membiasakan kondisi keterangan LED ini.

menggantikan tempat lampu-lampu num lock dan kawan-kawan, semua lampu ditempatkan dibawah keycaps alias dijadikan backlight
cuman sayangnya terkadang terlalu terang sehingga agak mengganggu mata
Another small thing to mention is, adanya ditambahkan cable tie. Seriously, hal-hal kecil seperti ini biasanya kurang diperhatikan oleh brand lain, tapi di satu sisi, cable tie ini lumayan berguna, apalagi kalau pingin punya meja yang bener2 rapi, lumayan berguna untuk merapikan kabel yang terurai sana sini. USB connector dari KR-6251 untungnya ini tidak mengikuti hype gold USB connector (gak guna tuh -_-), tapi untuk melindungi arus datanya, ada disematkan magnet ring di kabel ini untuk menjaga kelancaran arus data. Function first, not bling-bling advertisement.
cable tie dude, hanya beberapa brand yang lumayan nyadar kalau yang namanya cable tie itu berguna banget
that's right dude, gold usb connector is pretty much useless, the magnet ring DOES did a good job
  



Part 1 2 3

Roccat Lua


Halo gamers baik cowok ato cewek, ane mau review 2 produk khusus untuk gamers dari Roccat, yaitu mouse Roccat Lua. Pertama, ane minta maaf jika banyak kekurangan dalam review ini, karena ini review pertama ane, terus maaf fotonya kurang jelas (ane cuma punya HP dengan kamera 3MP tanpa flash).


PACKAGE
Untuk mouse memakai kombinasi warna hitam dan biru yg menurut ane sangatlah menarik. Di bagian depannya terdapat penjelasan fitur-fitur yang terdapat di Roccat Lua, seperti kemampuan mengatur sensor dari 250 sampai 2000 DPI, side grips anti keringat, serta kelengkapan driver (bisa di download di webnya). Kelengkapannya:
  • Mouse
  • 11 buah sticker! Banyak banget kan. Silahkan tempel dimana saja, di laptop/desktop, kamar, cermin, motor/mobil, asal jangan ditempel di jidat ente
  • Selembar manual

FEATURES
Fitur-fitur yang terdapat di Roccat Lua:

  • 125-1000Hz poling rate.
  • 7 pengaturan DPI: 250, 500, 1000, 1250, 1500, 1750, dan 2000.
  • Ambidextrous V-shape. Cocok untuk pengguna mouse di tangan kanan atau kiri.
  • No-sweat side grips.
  • DPI change button.
  • LED biru untuk logo Roccat yang bisa dikonfigurasi.


MOUSE SPECIFICATION
  • PRO OPTIC (R2) SENSOR (nama asli: Avago ADNS-A3050 2000 DPI Optical Sensor)
  • 60 ips maximum speed
  • 20 Gs of acceleration
  • 1000 Hz polling rate
  • 1.8 m USB cable

Dus dengan warna hitam-biru. Cool. Sedangkan dus untuk mousepad-nya simpel, lebih tepatnya blank. Tetapi dibelakangnya terdapat barcode. 
Bagian belakang dus, menjelaskan fitur-fiturnya.
  
Kelengkapan Roccat Lua. 
USB connector, dengan tulisan Roccat Lua, tanpa gold-plated connector
Selembar manual. Ada keterangan web untuk download driver-nya  
MOUSE
Tombol mouse ini berjumlah 4 (beserta tombol DPI). Desainnya simpel tapi keren, dengan LED berwarna biru menerangi logo Roccat yang bisa dikonfigurasi (3 setting). Panjang kabelnya lumayan, 1.8m. Beratnya pas banget untuk ane, 70gr tanpa kabel (ternyata lebih ringan Roccat Lua dibanding Logitech G100), dan ane ngerasa proporsi beratnya bagus (Logitech G100 kayak berat di bagian belakang (tempat
Ketika pertama kali dipegang, rasanya berbeda banget dibanding dengan mouse Logitech G100. Ukuran lebarnya lebih kecil sedikit, tetapi tekstur body sampingnya jauh lebih baik dibanding Logitech G100, membuat Roccat Lua jauh lebih mantap untuk dipegang.
Kedua tombol utamanya lebih kokoh dibandingkan dengan Logitech G100, tetapi sama-sama memakai Omron switch. Sedangkan scroll-nya sangat mantap ketika diputar, lebih kokoh dibanding Logitech G100 yang scroll-nya ternyata lembut. Kekurangannya hanya suara scroll-nya lebih berisik. Ketika ditekan, ternyata tombol scroll-nya sedikit lebih keras dibandingkan dengan Logitech G100 (kekerasan scroll-nya buat ane pas banget). Untuk kualitas tombol DPI-nya, menurut ane lebih bagus milik Roccat Lua (Logitech G100 lebih empuk). Kalo mousefeet-nya memakai bahan teflon (seperti kebanyakan mouse gaming), pasti awet banget.

LED ON



DRIVER
Drivernya harus di download di ROCCAT STUDIOS V3.0  (www.roccat.org) (cuma 7.34MB sesudah di ekstrak). Instalasinya mudah. Kita bisa mengatur polling rate (125-1000Hz), DPI (250-2000), scroll speed, pointer speed, serta mengatur LED (selalu menyala, 'breathing' mode, atau off). Secara default (sebelum di install driver), pilihan DPI-nya aktif semua, selain itu LEDnya dalam keadaan 'breathing' mode, bikin mouse-nya serasa hidup
Kita juga bisa mengatur scroll, tombol DPI serta tombol scroll untuk dipakai penggunaan lain, tapi nggak support macro, buat ane nggak masalah
Kekurangannya, software ini terdapat bug (nggak mengganggu kok). Ketika kita buka software ini lagi (setelah dikonfigurasi), ternyata konfigurasi yang terdapat di software kembali seperti semula. Tapi konfigurasi kita sebelumnya nggak hilang kok. Jadi bug-nya cuma bug interface aja. Kalo pertama kali nyalain laptop sebelum login ke Windows, ternyata mouse-nya langsung sesuai setting yang diinginkan (LED dalam kondisi selalu menyala, DPI di angka 1000 dan 1500) (berbeda dengan Logitech G100, harus login dulu terus nunggu Logitech Gaming Software-nya aktif (ada di tray).


Support untuk Linux! 
Interface driver untuk merubah konfigurasi. Menurut ane sangatlah mudah untuk digunakan.

PERFORMANCE
1000Hz polling rate-nya emang beda, bener-bener responsif, berbeda jauh dengan Logitech G100 yang max polling rate cuma 500Hz. Ane setting pointer speed di 6/11 dan DPI 1000 ato 1500. Sensornya bagus banget, presisi. Ane sering maen game CSGO sama Torchlight 2 (DOTA 2 vakum, belum ada minat maen lagi), tapi belum bisa dibuktikan kualitas sensornya secara bener-bener kalo belum maen CSGO secara online (akibat server down nih), jadi maen lawan bot dulu.

CONCLUSION
Setelah diracun, milih Roccat Lua memang pilihan yang tepat. Mouse ini cocok untuk gamer FPS yang lebih mementingkan kualitas sensor dibandingkan fitur macro, serta menyukai mouse dengan ambidextrous V-shape.

PROS
  • Harga terhitung murah, cocok untuk gamer dengan budget pas-pasan seperti ane.
  • Tombol
  • Scroll-nya bagus saat diputar
  • Sensor, sensor, dan sensor
  • Kualitas body mouse yang bagus. Rapi, nggak licin sehingga mantap untuk dipegang, bahannya nggak bikin keringetan.
  • Cocoknya untuk gamers yang tangannya lumayan kecil.
CONS
  • Lebarnya kurang (dibanding Logitech G100).
  • Tanpa macro (buat ane nggak masalah).
  • Driver software-nya kurang bagus (ada bug), tapi nggak akan mengganggu banget.
  • Scroll sedikit berisik.
  • Non braided cable. (gak masalah)
  • Nggak cocok untuk gamers bertangan besar. (jari ane lumayan panjang, tapi waktu megang Roccat Lua, kenyamanannya sama aja dengan Logitech G100)

Logitech G502 Poteus Core

Logitech G502 Poteus Core Dominating Performance and Feature under 1 Juta




Beberapa bulan lalu pihak Logitech mengeluarkan tipe mouse baru dari jajaran gaming gear mereka, Logitech G502. Mouse ini di claim punya performa yang bagus dari pihak Logitech. benar atau tidak? apa cuma merketing gimmick? ok kita kupas tuntas.

Specification

Persyaratan Sistem

Windows® 8, Windows 8.1, Windows 7 atau Windows Vista®
Port USB
Koneksi internet dan ruang hard drive 100MB (untuk mengunduh software tambahan)
Spesifikasi Teknis

Tracking
Resolusi: 200 – 12.000 dpi ( agak over lebay)
Akselerasi maks.: >40G*
Kecepatan maks.: >300 ips*

Responsivitas
Format data USB: 16 bit/axis
Report rate USB: 1000 Hz (1ms)
Mikroprosesor: 32-bit

Glide
Koefisien gaya gesek dinamis - Mu (k): .10*
Koefisien gaya gesek statis - Mu (s): .15*

Daya Tahan
Tombol (Kiri/Kanan): 20 juta klik
Alas: 250 kilometer

Spesifikasi Fisik
Berat: 168 gram (mouse plus kabel)
Berat: 121 gram (mouse)

Packaging

Logitech G502 dibungkus dengan dus karton dengan warna dominan hitam dan biru. Dus nya mirip bikinan razer dengan bagian depan bisa dibuka kaya pintu, so bisa langsung diliat bentuknya kaya gimana. di dalemnya cuman ada mouse, manual, plus tempat nyimpen pemberat beserta isinya. kurang nya sih gak disertain cd driver, jadi harus download sendiri, tapi gak gede kok cuman kisaran 50mb.

 packaging

 tampak depan

yang didapat

dikarenakan poto kardus gak sempet ambil, mohon maaf poto dari google Build Quality and Feature  
Seperti yang digembor-gemborkan, mouse ini punya banyak fitur. mulai dari punya 11 tombol yang fully programable, 5 tingkat dpi yang bisa ente sesuaikan lewat driver, disediain 3 profil setingan nya, plus surface tuning.
Apaan tuh Surface tuning?
gini loh ini mouse bisa di tune sensornya. meski gak segila sensei, tuning nya masih tergolong bagus banget kok. fungsi nya buat mengoptimalkan tracking pada surface tertentu gan plus nyesuain lift off distance. yang paling unik adalah fitur weight management nya. kok unik sih? kenapa bisa unik? bukanya mose lain juga banyak yang punya fitur kaya gini? eeiittsssss, weigth managemen nya beda gan. penempatan nya itu loh strategis banget. gak kaya di mouse lain, di g502 ini kita juga bisa ngatur keseimbangan mouse sekalian nyesuain berat nya. kalo di mouse lain, kebanyakan pemberat secara keseluruhan disimpen di satu daerah. nah jadinya gak balance gitu misalnya kalo pemberat ditaroh di belakang mouse, ketika ngangkat mouse kan jadi berat sebelah. nah kalo di g502 ini kita bisa bikin ini mouse jadi balance. nih contoh weight management nya
 Weight management

Build mousenya tergolong kokoh, gak berasa plastik murahan, kabel nya braided, negatif nya ntar kalo ke geseg-gesek jadi brudul, kurang suka sih kabel beginian, cuman asiknya ini kabelnya lemes dan fleksibel jadi gak ngeganggu pergerakan. bagian body tengah, klik kiri dan kanan agak bertekstur kasar (ini yang ane suka). bagian kiri kanan di coating rubber biar gak licin plus ada tekstur tekstur nya biar tambah anti selip. keliatan keren kalo led nya lagi nyala.
di samping kiri ada indikator led yang nunjukin profil mana yang aktif(led biru tua) dan juga tingkat DPI nya(biru muda). ada satu lagi yang unik, scroll nya bisa dibikin free scroll, jadi kaya loss gitu feel nya. enak buat scrolling kalo lagi baca artikel yang panjang banget.

 samping kiri
Terlihat ada sniper button, additional side button 2 buah, indikator dpi, rubber coating

 depan
total ada 11 tombol yang bisa ente program alias macro plus metal scrol wheel

 samping kanan
bisa diliat tekstur nya gan

 Logitech Gaming Software
nah ini tampilan software driver nya. keliatan ada pengaturan poling rate nya, dpi, profile

 Surface Tuning
nah ini tampilan driver buat surface tuning nya.

Surface Tuning Process
nah ini waktu mulai tuning nya. buat yang belum paham cara nya, itu udah ada step step nya. tinggal diikutin aja

ok udah cukup sesi poto tpoto nya, kita beralih ke performance nya

Performance

Menurut ane, ini mouse performa nya gila banget mengingat harga nya di kisaran 650k. buat kelasnya, ini mouse menurut ane bagus banget dah. itu kenapa ane sebut "Dominating under 1jt". tracking sensornya aduhai mulus banget. kagak jitter (kecuali udah maen di 8000dpi ke atas), kagak ada negative or positive acel (menurut pengetesan ane, mohon maap kalo ada salah). pokonya smooth banget dah.
nih jitter test nya gan. ane pake razer goliathus yang kw. sengaja ane pake mousepad ini, biar tau gimana sih tracking nya diatas mousepad jelek apakah tetep bagus atau jadi ngaco. kita buktikan.
ini jitter test nya gan



 Jitter Test


Keliatan gerakan nya smooth, walau di 2500 dpi agak geter geter soalnya ane gerakin mouse nya pelan pelan plus tangan ane yang kurang beres agak geter juga gerakin nya. sengaja ane test di 1000hz soalnya kebanyakan mouse bakalan jiiter di polling rate segini. kalo diturunin makin halus lagi pergerakan nya. cuman respon nya itu agak menurun aja. sensor yang dipake kalo gak salah dari Pixart entah seri berapa ane gak apal. rumor nya sih ini sensor hasil developmen dari kedua belah pihak. buat user baru jangan kaget, sensornya gak nyala kaya mouse optik pada umumnya. buat glide nya juga sebenernya feel nya halus banget. entah material apa yang dipake di feet nya. cuman ane suka aja feel nya halus. halus bukan berarti enteng, jadi gampang gitu buat pergerakan kecil.


 Enotus test

Gaming Test
ok saatnya ane test di medan perang. game yang ane pake Dota2 dan CS. di kedua game, ini mouse enak banget. creeping di dota2 jadi tambah akurat karena halus buat glide nya. aiming di CS juga enak banget. movement crosshair nya smooth plus enak ada sniper button nya yang nurunin dpi selama itu tombol ditahan. mantep dah pokonya.

Summary
Ini mouse dikisaran harga under 1jt udah bagus banget. build plus performance nya udah mumpuni. sensor yang dipake juga gak maen maen, AKURAT COY!!!!!!!
buat gamer yang punya budget under sejuta yang lagi cari mouse dengan build yang kokoh (tau sendiri lah logitech build nya kaya gimana), performa yang aduhai keren, plus fitur fitur pendukung yang bagus, bisa coba ke g502 ini.

+ Pross
1. build nya bagus, gak terkesan kopong dan gak terkesan plastik murahan
2. glide nya smooth, enak buat gerakan kecil
3. sensornya akurat, gak jitter. smooth dah pokonya.
4. unique weight management. ini nih yang paling jenius.
5. surface tuning
6. kabel nya empuk gak kaku

- Conss
1. paket penjualan sederhana, gak ada bonus stiker gitu (kan asik bisa iseng tempel sana sini) plus buku manual nya cuman item putih.
2. Braided Cable. ini nih yang males kalo lapisan nylon nya udah mbrudul.
3. gak disediain driver, ribet harus download lagi walaupun size nya kecil.

+- mediocore
1. grip nya enak di Palm dan claw grip. biat yang biasa fingertip harus ada penyesuaian biar nyaman pegang nya. gak semua orang cocok.
2. gak semua orang suka feel scroll nya.
3. mouse tergolong agak berat meski tanpa pemberat tambahan (buat ane sih gak masalah.
4. bentuk, selera orang beda beda kalo soal bentuk (bagi ane sih ini mouse sexy)
5. gak ada blink blink nya. led cuman sederhana logo G-series nya logitech. itu juga pengaturan nya gak bisa ganti warna, cuman itu itu aja plus cuman bisa di hidupin atau di matiin led nya dari driver (bagi ane sih gak penting nyala nyala gitu agak nora)

yah sampai sudah di penghujung review ini. semoga review nya bisa membantu buat agan agan yang lagi nyari mouse dikisaran bawah 1jt.
mohon maaf kalo review nya berantakan, gak sistematis atau kekurangan poto, serta ada salah salah kata mohon di koreksi.
see you on my next review